Minggu, 06 April 2014

TERIMA KASIH

Aku tau ini, masa dibahagiakan olehmu sudah kadaluarsa. Yang ada rasa perih untuk semua kenangan yang aku fikir sudah tidak cukup membahagiakan lagi bagiku. Percayalah, aku tidak pernah menyesali keputusanmu, yang aku selalu sesali mengapa Tuhan hadirkan kamu untuk hanya sekedar menanam luka. Aku tau kamu tidak pernah benar-benar punya rasa.

Tapi aku percaya Tuhan selalu memberi pelajarn hidup untukku. Laki-laki yang aku anggap baik tidak selalu baik dimatanya. Dulu, sebelum mengenalmu aku telah bertemu seseorang yang kurang lebih ku gilai. Gila? Iya. Selama berbulan-bulan aku bertahan tanpa kepastian dan kejelasan. Aku terlalu mengharap-harap dia.  Aku tau itu bodoh tapi aku yakin dia tulus. Entahlah, tulus untuk adik atu lebih. Aku mulai belajar untuk terbiasa tidak mengganggunya, dan aku bisa. Hingga aku bertemu kamu. Kamu beda, kamu punya kejelasan. Aku dibutakan olehmu. Kamu selalu punya cara untuk membuatku tersenyum bahkan tertawa yang terkadang membuatku terlihat aneh. Tapi setelah aku mengerti kamu tak benar-benar punya semua yang aku harapkan. Kamu tidak bersungguh-sunggu atas rasamu dan kita. Saat aku bilang terserah sungguh aku tidak mengharapkan jawaban yang kamu katakan malam itu. Tapi aku tau itu yang kamu harapkan sejak awal.

Kadang aku berfikir sebodoh itukah aku? Tidak bisa benar-benar mengartikan cinta dan tulus. Tapi sudahlah aku mengerti jalan Tuhan ini. Aku berbahagia atas bahagianya kalian. Mama benar aku tidak pernah bisa benar-benar memilih laki-laki yang baik. Maaf kalian bukan tidak baik tapi kalian bukan untukku.

Terlalu dramatis apa mungkin terlalu sering menonton drama romantis. Ahsyudahlahhhh~
Terima Kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar